Cerpen: Perempuan Penikmat Malam

Odi Shalahuddin

PEREMPUAN PENIKMAT MALAM
Cerpen Odi Shalahuddin

 

Seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi. Entah, sejak kapan, tiada yang tahu pasti. Seorang perempuan, terduduk di kursi taman. Kursi semen. Dingin terasa tentunya. Bisa dipastikan ia akan selalu berada pada urutan kursi taman nomor tiga dari barat. Entah mengapa. Selalu di situ. Tak berpindah pada kursi-kursi lainnya.

Ia sendiri. Bersandar. Menengadah. Memandangi langit. Menikmati malam. Menikmati pergerakan langit dari waktu ke waktu. Wajah bulan yang berubah dari purnama dengan keutuhan bentuknya. Terpotong menjadi separo, membentuk sabit, kembali pada putaran-putaran sesuai dengan iramanya.

Malam ini, bulan bersembunyi. Langit hampir pekat. Tapi bintang-bintang bertaburan. Kendati demikian, Perempuan itu sangat yakin, bulan tengah mengintip bumi, menikmati ia yang tengah mencari, lalu menyapa padanya. Mungkin lewat awan yang bergelombang, singgah di angin, singgah di dedaunan, lalu singgah di daun telinganya. ”selamat malam bulan yang bersembunyi,” kata hatinya. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya.

Taman ini semula adalah…

Lihat pos aslinya 577 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s