Rindu Malam

Odi Shalahuddin

RINDU MALAM
Cerpen Odi Shalahuddin

Belum genap setahun Asih berada di Jakarta, ia sudah rindu untuk kembali ke desa. Malam itu, ia membuat pernyataan terbuka. Kawan-kawannya yang tengah berkumpul di ruang sambil menyaksikan sinetron, tertawa mendengar alasan Asih. Fitri yang tengah menyeruput es jeruk hamper saja tersedak.

“Asih, Asih. Kok kayak anak kecil saja sih,” Fitri memberikan komentar pertama. Disusul bersahut-sahutan oleh kawan lainnya.

“Aku sudah tiga tahun belum pulang-pulang Asih. Lebaran juga tidak. Habis malu, belum bisa membawa apa-apa,”

“Padahal sudah enak dirimu. Sudah jadi pegawai. Lha, kita-kita ini, masih pekerja harian lepas, loh…”

”Namanya perjuangan Asih. Hidup pada suasana yang baru, memang harus dijalani. Toh, nanti akan terbiasa,”

”Hm, rindu desa atau rindu dengan….Hi..hi..hi..”

Asih bersungut. Wajahnya kelihatan cemberut. Beruntung tidak terlihat dari tatapan kawan-kawannya yang kembali tersedot pada sinetron. Saat-saat menegangkan, ketika perjuangan seorang perempuan untuk bisa bertemu dengan kekasihnya kembali, seolah benar-benar akan terjadi. Perempuan berada…

Lihat pos aslinya 684 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s