Malam Minggu, Malam yang Panjang

Malam minggu. Ah, sebagian besar dari kita, pasti tak sabar menunggu. Kendati baru sehari berlalu, di senin hari, kita telah berharap ia segera datang kembali. Bukankah begitu?

Malam minggu. ”Malam yang panjang”, demikian banyak orang menyatakan. Tertoreh pula sebagai lirik lagu yang kerap dinyanyikan. Padahal kita, sama-sama tahu. Waktu masih saja begitu. Tak pernah berubah sejak dulu. Satu hari adalah 24 jam atau 1,440 menit atau 86,400 detik.

Ah, sebagai anak muda, tentu engkau bisa merasa, bahwa malam minggu ada bonus dari orangtua, bisa pulang lebih malam. Atau bila ”apel” ke rumah sang (calon) kekasih idaman, dapat korting satu-dua jam lebih malam. Hal hampir sama dialami anak-anak kost yang memiliki induk semang dengan peraturan yang ”ketat”.

Sebagai orangtua, walau pada dasarnya sama, bisa melek lebih malam, tanpa harus dibebani pikiran untuk bangun pagi dan segera beranjak ke kantor. Bermalas-malasan sedikit atau berlibur, bisa menjadi pilihan. Malam minggu, bisa dibuat untuk santai.

Lantaran itukah malam minggu dikatakan sebagai malam yang panjang?

Sebagai malam yang panjang, bergembiralah para tukang parkir, lantaran kendaraan terparkir bisa lebih banyak, bahkan bisa dengan ”sombong” melakukan penolakan lantaran tak ada lahan lagi.

Sebagai malam yang panjang, para satpam di mall atau tempat hiburan harus ekstra ketat melakukan pengawasan agar jangan sampai ada pengunjung mengambil kesempatan atau jangan sampai pula terjadi keributan. Karena malam minggu, pastilah pengunjung datang lebih banyak.

Tapi, semua memang soal rasa. Bagi para jomblo, malam minggu bisa menjadi peringatan yang menyakitkan tentang kesendirian. Merindukan di ”apel-i” ataupun meng”apeli”. Bisa terhanyut dalam lamunan ataupun mimpi bila bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa mencumbu malu-malu. Sehingga rona wajah bersemu.

Malam minggu. Ya, ini malam minggu. Lho, kok terkejut? Ayo, sudah ada agenda malam ini?

Yogya, 9 Juni 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s