(puisi) Para Penjelajah Malam

Odi Shalahuddin

Para Penjelajah Malam 

Malam terbangkit. Misteri-nya sudah kerapkali terlupakan. Keindahannya-pun sudah kerapkali terabaikan. Manusia memang pintar. Selalu membangun dunia. Menerobos beragam batas. Termasuk memenjarakan malam.

Lihatlah. Kegelapan yang berwarna, seiring dengan penampakan bulan yang berganti wajah. Purnama, separo wajah, sabit, dan bulan yang mengintip. Kini mulai terhancurkan oleh gemerlap lampu jalan yang senantiasa menyala. Membangun siang, gantikan matahari. Sorot lampu kendaraan juga tak pernah surut. Jalan lengang bukan berarti tidak ada lagi kendaraan, melainkan telah berubah menjadi jalan yang tetap hidup namun tidak menimbulkan kemacetan. Perjalanan lancar. Itu saja beda dengan siang.

Parapenjelajah malam, bukan lagi dominasi para lelaki iseng dan para perempuan yang biasa disebut sebagai wanita malam. Bukan pula pertemuan antara keduanya guna membangun desah seraya menjilati keremangan cahaya membuka tabir kegelapan malam. Sama sekali berbeda. Kehidupan dua puluh empat jam mulai merangkak menjadigayahidup. Dari pinggiran jalanan hingga ke gedung-gedung tinggi. Kehidupan tidak pernah mati dalam segenap irama…

Lihat pos aslinya 99 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s