Cerpen: Saat Subuh Menyapa

Odi Shalahuddin

SAAT SUBUH MENYAPA

Kolaborasi Asih Suwarsy, Odi Salahuddin, fitri Y.Yeye

Subuh hampir menyapa. Alunan ayat suci sudah terdengar berkumandang dari pengeras suara Masjid di ujung jalan. Seperti biasanya, selalu terulang, pada saat-saat semacam inilah akan terdengar ketukan keras di pintu. Mi, seperti biasa pula, hanya membaringkan tubuh dan berusaha keras agar tak tertidur, betapapun dirinya telah letih dan sangat mengantuk. Ia tak ingin tidak terjaga. Bila sampai terjadi, maka ketukan akan terus bertubi-tubi, dengan keras, seakan hendak menjebolnya. Ya, Mi, tak ingin hal itu terjadi. Ia tidak ingin tetangga menjadi terganggu dan menjadi bahan omongan di kampung ini. Oh, bukan hanya itu sebenarnya. Terlambat membuka pintu bisa mengakibatkan tubuh-tubuhnya menjadi sasaran empuk hantaman Bo, suaminya.

Ketukan pertama sudah terdengar. Mi tak perlu menunggu ketukan berikutnya untuk segera bangkit dari ranjang. Ketukan demi ketukan yang mengeras saat ia masih tergesa menuju pintu. Segera ia membukanya. Aroma minuman keras menyeruak. Walaupun telah…

Lihat pos aslinya 2.858 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s