Cerpen: Lewat Tengah Malam

Odi Shalahuddin

LEWAT TENGAH MALAM

Cerpen Odi Shalahuddin

Lewat tengah malam.

Sebuah mobil melaju cepat. Di sebuah perempatan di pinggiran kota, seorang lelaki setengah tua menyebrang jalan. Ia tak menoleh ke kiri ke kanan. Wajahnya menunduk dan muram. Bunyi ban menggosok aspal, lelaki itu tersentak. Namun ia tak sempat untuk menghindar. Terdengar jeritan. Lelaki itu terpental dan terkapar.

Wajah-wajah pucat di dalam mobil. Mereka saling berpandangan satu sama lainnya.

”Ayo, kita turun dan bawa dia ke rumah sakit,” usul seseorang.

”Tunggu dulu. Bagaimana ketika kita mengangkat dia, ada orang lewat? Kita bisa kena cilaka,” komentar yang lainnya dengan nada cemas.

”Jadi bagaimana?” sebuah pertanyaan terlontar.

“Ah, dasar orang itu goblok! Nyebrang jalan tidak lihat-lihat,”

“kita juga salah,”

“Eh, mati gak ya orang itu?”
”Kalau mati, kita akan lebih cilaka lagi,”

”Kabur saja,”

”Ya, mumpung sepi,”

Mobil tetap berhenti di situ. Orang-orang di dalamnya semakin resah. Mereka membujuk kawan mereka yang menyetir untuk…

Lihat pos aslinya 909 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s